Tuesday, November 8, 2022

Esai kecil

Langit itu kok biru sih?



    Siang itu, cuacanya sangat cerah ditambah dengan awan-awan tipis yang menyelimuti langit. Kinn, Bram,Ken dan Vegas, ketiga anak remaja tersebut bermain sepak bola dengan riang ditengah lapangan yang luas. Ditendangnya bola bewarna putih dan merah itu kesana kemari, dengan masing masing satu orang didalam tim. Kinn bermain dengan Bram dan Vegas bermain bersama Ken. Keduanya heboh dan tertawa senang ketika mencentak gol masing masing. 

    Tak terasa mereka bermain, terus bermain hingga salah satunya lelah dan tersandung jatuh tersungkur. Kinn jatuh dan tersungkur yang membuat semua temannya panik hingga berlarian mendekat. Kinn hanya terdiam, lalu membalikkan badannya menatap kearah langit yang cerah. Sembari mengatur nafasnya Kinn memejamkan matanya sebentar dan membukanya kembali. Teman-teman Kinn menanyainya apakah dirinya baik-baik saja dan anggukan sebagai balasan sudah cukup membuat mereka paham. Kini mereka berempat merebahkan dirinya diatas rumput lapangan yang hijau sambil menatap langit yang biru.

    "Menurut kalian, kenapa yang langit warnanya biru?" ucap Kinn yang sedari tadi memperhatikan langit.

    "Bukannya langit memang ditakdirkan biru?" jawab Bram sembari sedikit terkikik.

     Kinn masih tak paham kenapa harus bewarna biru dan tidak bewarna pink ataupun kuning, tetapi dengan jawaban dari Bram cukup mampu membuat Kinn ingin memukul kepalanya yang bodoh itu. Teman-teman yang lain hanya bisa bergeleng dengan kelakuan Bram. Vegas menoleh kearah Kinn sejenak dan kembali menatap langit-langit yang biru itu.

     "Hei Kinn, apakah kau tau tengtang cahaya polarisasi?" tanya Vegas pada Kinn.

     "Ehmmm. Tidak sama sekali, apa itu?"

     "Sebenarnya langit menjadi warna biru karena cahaya dari matahari terpolarisasi. Cahaya matahari itu kan merambat masuk diantara udara dan atmosfer, lalu mereka menjadi menerangi bumi."

     "Lalu kenapa harus biru, Gas?" sahut Ken.

     "Itu karena, panjang gelombang dari warna biru lebih pendek daripada panjang gelombang warna merah. Jadi itu penyebab langit yang kita lihat sekarang bewarna biru."

     Mereka bertiga hanya mengangguk-angguk paham setalah rasa penasaran dari Kinn terbayar lunas oleh jawaban detail milik Vegas. Tak lama kemudian Kinn berdiri dan mengulurakan kedua tangannya sembari memberi kode untuk pulang sebelum sore hari. Ketiganya mengerti dan berdiri segera menyusul Kinn yang akan berjalan pulang kerumahnya.

No comments:

Post a Comment